SEJARAH

Pulau Sabu adalah sebuah pulau kecil yang terletak di bagian selatan kedua setelah pulau Rote, disamping itu ada pulau Raijua yang lebih kecil dari pulau Sabu. Pulau Sabu terpisah jauh dari pulau-pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timurberbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Laut Sabu terkenal dengan keganasannya pada musim-musim tertentu. Walaupun demikian Pekabaran Tiga Malaikat dengan Kuasa Tuhan dan tuntunan Roh Kudus, pekabaran injil masuk di pulau Sabu-Raijua ( Sarai ).
Berawal Pada tahun 1951 seorang simpatisan Bernama Bpk Johanes Balenguru yang adalah juga sebagai seorang pegawai Telekom di Kupang, di pindah tugaskan ke pulau Sabu. Sebelum berpindah ke pulau Sabu bpk. J. Balenguru berkesempatan mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani di Kupang, tetapi beliau hanya mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani hanya satu malam saja dan secara kebetulan mendengar pelajaran Firman Tuhan tentang Hari Sabat. Setelah tiba di pulau Sabu tepatnya di kota Seba, dia dan keluarga langsung bergabung dengan gereja Protestan di Leomadhamu-Seba. Bapak Balenguru dan isterinya Dorce Balenguru- Tallo dikarunia Tuhan dengan talenta bernyanyi sehingga setelah ia bergabung dengan jemaat Protestan setempat, Bpk Balenguru bersama istri membentuk sebuah klub nyanyi, dan pada kesempatan inilah setelah berlaatih menyanyi ia menyampaikan kepada teman- temannya tentang terang kebenaran Firman Allah yang dia sudah dengar di Kupang.
Pada tahun 1954 sdr. Yosias Radja yang sudah menerima kebenaran Firman Tuhan melalui Baptisan di Kupang, pada tahun 1952 datang ke pulau Sabu untuk mengunjungi keluarga dan bertemu dengan sahabatnya bpk. J. Balenguru. Dengan dorongan Roh Kudus sdr. Yosias Radja mengajak bpk. J. Balenguru dan klubnya untuk belajar Firman Tuhan setelah mengadakan latihan lagu. Setelah satu tahun belajar Firman Tuhan dan akhirnya dengan pertolongan Tuhan pada tahun 1955 bpk. J. Balenguru dan istri di baptis oleh pdt. JK. Mandias. Dua tahun kemudian sebagian besar dari anggota klub nyanyi di baptis pada gelombang kedua ( 1957 ) yaitu antara lain:
1. Welminus Kana Djo ( suami )
2. W. Kana Djo ( Istri )
3. Yusuf Kana Djo
4. Dina Kana Djo
5. Marthen Kana Djo
6. W. Lado Djo
7. L. Lado Djo-Kaho
8. Paulus Djami Ha’e
Setelah memenuhi Syarat, Perkumpykan Orang Percaya di Seba-Sabu di organisir menjadi satu mata jemaat baru, yaitu jemaat Seba pada tahun 1957..
Gembala Jemaat yang pernah dan sedang Melayani:
1. Guru Injil N.N. Riwu jeru
2. Pdt. Samy Mambo
3. Pdt. Piter Felipus Thene
4. Pdt. Daniel Lay
5. Pdt. Yusuf Kore Ludji
6. Pdt. S.L. Keban
7. Pdt. Denis Sagala
8. Pdt. Sintong Sagala
9. Pdt. Deni Kana Djo
10. Pdt. J. Jahamau
11. Pdt.Heo Ujudeda
12. Pdt. Walbiner Sagala
13. Pdt. Thomas Simbolon
14. Pdt. R. Sarumpaet
15. Pdt.S.Rakmeni
16. Pdt.R.Damanik
17. Pdt.M.Rakmeni
18. Pdt.E.Bansole
19. Pdt.Y.Nestano
20. Pdt.T. Mulik
21. Pdt. Y. Nestano
22. Pdt. H. Radja
23. Pdt. S. Leokuna
Penyebaran Pekabaran Injil ke Desa Menia – Sabu Raijua
Saudara Bernard Tanya setelah menerima baptisan di Kupang, iapun kembali kekampung halamannyak di desa Menia, dan kemudian ia meninggalkan gereja dan tidak ada hubungan lagi dengan anggota Advent. Namun Tuhan selalu mencari umat-Nya yang hilang, dan melalui Yosia Radja dan Yohanis Balle Nguru (anggota jemaat Seba ) menemukan kembali sdr. Bernard Tanya, dan pada bulah Agustus 1966 Bernard Tanya dan istrinya dibaptiskan kembali.
Bernard Tanya menjadi anggota jemaat yangk setia dan aktif menjadi jembatan masuknya Pekabaran Tiga Malaikat di Desa Menia dan ia bekerja sama dengan Yohanis Bale Nguru dan Yosia Radja untuk menginjil kepada keluarga dan sahabat dari Bernard Tanya. Setelah ada simpatisan maka datanglah pendeta W.R. Djami dari Kupang mengadakan KKR di Menia selama 40 malam dan dengan berkat Tuhan dan Tuntunan Roh Kudus 44 jiwa menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka pribadi melalui baptisan, Yaitu:
1. Helena M.Tanya
2. Karel Ratu Edo
3. David Ludji Leo
4. Helena Ludji Leo
5. Welmince Ludji Leo
6. Magdalena Ludji Leo
7. Ishak Danga
8. Henderina Walla
9. Ridolof Bangngu
10. Paulina BBangngu
11. Damaris Bangngu
12. Yuliana Bangngu
13. Elisabeth Ludji Leo
14. Dorkas Ludji Leo
15. Ferdinand Ludji Leo
16. Welmince Bangngu
17. Diogenes Ludji Leo
18. Adriana Logo
19. Gabriel Logo
20. Reinerd Logo
21. Boas Logo
22. Dominggus Raga
23. Yakob Medi
24. Bendelina Walla
25. Helena Medi
26. Paulus Medi
27. Kornelius Toda
28. Beria Eri Ludji Leo
29. Paulina Kana Wadu
30. Yakob Ludji Leo
31. Yakob Djami
32. Okto Uli. Tanya
33. Yuliana Leba Logo
34. Yonatan Edo
35. Karolina Djami
36. Agustina Edo
37. Henderita Edo
38. Petrus Habba
39. Afliana Habba
40. Yohanis Toda
41. Helina Toda
42. Rahel Djami
43. Yumima Manu
44. Alexander Lomi
Puji Tuhan karna kasih-Nya, 44 jiwa tersebut di atas di organisir menjadi satu mata jemaat baru yaitu:Jemaat Menia pada tanggal 29 Oktober 1969 dan dilaksanakan oleh Pdt. Alex Rantung. Pada tahun-tahun berikutnya jiwa-jiwa terus bertambah maka melalui Tuntunan Tuhan, pdt. P.F. Thene membuka dua cabang Seklolah Sabat dari jemaat Menia yaitu: Cabang Sekolah Sabat Hangaloko dan cabangSekolah Sabat Mapupa pada tahun 1971. Empat tahun kemudian (1975) kedua cabang Sekolah Sabat tersebut di atas diorganisir menjadi dua mata jemaat baru yaitu: Jemaat Hangaloka dan jemaat Mapupa. Dengan demikian di desa Menia menjadi tiga jemaat – Jemaat Menia ( induk ), jemaat Hangaloko, dan jemaat Mapupa.
Seiring dengan berkembangnya pekerjaan pelayanan Tuhan dan banyak nya anggota jemaat serta kebutuhan dan tuntutan pelayana di bidang Pendidikan, maka gembala jemaat pada saat itu yaitu Pdt. P. F. Thene dengan visioner nya memprakarsai pendirian Lembaga Pendidikan di Pulau Sabu, dalam hal ini pendirian Sekolah Dasar Advent Menia. Dan atas ijin dan perkenanan Tuhan pada tanggal 01 Juli 1971 Sekolah Dasar Advent Menia di pulau Sabu resmi berdiri dan melaksanakan penerimaan siswa baru pertama kali.
Sekolah ini beroperasi sementara di Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh Jemaat Menia, yang beralamat di Desa Menia Pulau Sabu, waktu itu kedua cabang Sekolah Sabat Mapupa dan Hangaloko belum terbentuk. Saat itu yang bertindak sebagai guru dan sekaligus Kepala Sekolah pertama adalah Gembala Jemaat yaitu Bapak Pdt. P.F Thene.
Untuk memperluas cakupan wilayah pelayanan dan dengan mempertimbangkan luas lokasi Gereja Advent Menia tidak cukup untuk dibangun berdampingan dengan sebuah sekolah, maka atas kesepakatan para tua-tua gereja, maka lokasi pembangunan sekolah secara permanen di pindahkan ke sebuah tempat kurang lebih satu kilo meter arah timur dari Gedung gereja Advent Menia sekarang, tempat itu adalah NADA dimana sampai sekarang dipakai sebagai nama sekolah Advent di Sabu Raijua yaitu SD ADVENT NADA.
Dengan pertolongan Tuhan dan atas ukungan serta kerja keras anggota jemaat Menia maka pembangunan Gedung sekolah SD Advent Nada dapat diseleseikan. Dan pada saat tu juga di kirimlah Bpk Yonatan Ataupah dari kupang sebagai seorang tenaga pendidik yang bertugas sebagai kepala sekolah defenitif dan sekaligus bertindak sebagai guru bagi enam kelas Sekolah Dasar pada saat itu.
Untuk terlaksananya proses kegiatan belajar mengajar secara baik dan pembelajaran yang sesuai tuntutan kurikulum, maka pada waktu itu ada dua orang guru SD atas nama Ibu Fiel Dalce Thene dan Ibu Paulina Ludji Leo yang bertugas sebagai Guru Pegawai Negeri di Sabu. Keduanya diminta untuk membantu pelaksanaan kegiatan Proses belajar mengajar bagi anak-anak di SD Advent Nada pada sore hari, agar tidak menggangu waktu kerja dari kedua guru tersebut di sekolah negeri.
Pada Tahun 1993bertepatan dengan berakhirnya masa bhakti Bpk Yonatan Ataupah (Pensiun), maka atas kesepakata rapat komite sekolah, maka di tetapkanlah untuk diangkat Ibu Asnat Mone Bela sebagai kepala SD Advent Nada menggantikan Bpk Yonatan Ataupah, yang selanjutnya pada Tahun 1999 kesepakatan dan putusan rapat Komite Sekolah Ibu Asnat Mone Bela diganti oleh Ibu Paulina Ludji Leo (Pensiunan Guru Negeri), selanjutnya pada tahun 2009, ibu Pauina Ludji Leo di anti Oleh Ibu Fiel Dalce Thene yang juga pensiunan guru PNS.
Seiring dengan berjalannya waktu serta terbitnya Undang – undang Nomor 52 Tahun 2008 tanggal 26 Nopember 2008, tentang pemekaran Kabupaten Sabu Raijua dari Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur menjadi Kabupaten yang ke 21 di propinsi Nusa Tenggara Timur. Maka dengan itu merubah semua tatanan bentuk pemerintahan dan tuntutan pelayanan di berbagai bidang termasuk di bidang Pendidikan. Dimana saat itu dilakukan pemerataan penempatan tenaga Pendidikan di sekolah negeri dan sekolah swasta di Kabupaten Sabu Raijua.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua Melalului Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua. menempatkan guru Pegawai Negeri Sipil untuk melaksanakan tugas kegiatan belajar dan mengajar di SD Advent Nada sebanyak 4 Orang antara lain.
1. Bpk Yanto Ludji Leo
2. Bpk Max M. Dala Ngapa
3. Bpk Erison Logo
4. Ibu Nelcilia Haba
Ke-empat guru tersebut beragama Advent, sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan sesuai dengan tuntutan kurikulum pemerintah mereka juga mengkolaborasi tuntutan kurikulum gereja dalam proses kegiatan belajar mengajar. Maka pada Bulan Desember Tahun 2011 komite sekolah menetapkan Bpk Erison Logo sebagai kepala Sekolah menggantikan ibu Fiel Dalce Thene.
Pada Tahun 2017 genap 46 Tahun berdirinya SD Advent Nada, yang secara usia sudah sangat matang serta melihat perkembangan gereja-gereja Advent di Kabupaten Sabu Raijua, maka dipandang perlu untuk didirikan lagi sebuah sekolah menengah pertama di Sabu. Ide dan gagasan ini bermula dari Kunjungan Direktur Pendidikan Advent Uni Indonesia Kawasan Barat Bpk Parulian Sihotang ke Sabu dalam rangka kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani Pendidkan di pulau Sabu.
Ide dan gagasan ini terus menjadi doa dan pergumulan bagi para tua-tua gereja ke-tujuh mata jemaat di pulau sabu, sehingga pada bulan Juli Tahun 2018 atas pertolongan Tuhan dan dukungan dari semua anggota jemaat se-Distrik Sabu Raijua (7 Jemaat) maka SMP Swasta Advent Nada membuka penerimaan peserta didik baru dengan jumlah murid 21 orang. Sehingga kegiatan belajar mengajar sudah dapat dilaksanakan pada sore hari dengan menggunakan ruangan SD Advent Nada secara sementara.
Bertindak sebagai kepala sekolah adalah Bpk Max M Dala Ngapa dan dibantu oleh beberapa orang guru mata pelajaran yang bekerja secara sukarela. Untuk tidak menggangu tugas dan pelayanan sebagai guru SD Advent Nada maka Bpk Max M Dala Ngapa di ganti oleh Bpk Junus Nade, S.Pd yang kebetulan telah menyeleseikan Pendidikan nya dari Universitas Advent Indonesia di Bandung yang selanjutnya di bantu oleh beberapa tenaga guru mata pelajaran yang di bayar honornya oleh komite sekolah.
Setelah melihat kemajuan serta perkembangan Sekolah SMP Swasta Advent Nada pada tahun ke-dua berjalan dengan baik, maka untuk mendukung ketersediaan murid di tingkat SMP Swasta Advent Nada maka para tua-tua gereja bermusyawarah dan menetapkan lagi pembangunan Sekolah Dasar Advent Sabu Timur. Ide dan gagasan ini Kembali berhembus dan mendapat perhatian Kembali dari direktur Pendidikan UNI Bpk Sihotang, maka atas saran beliau di usulkan untuk dibangun atau didirikan dua sekolah sekaligus yaitu Sekolah Dasar Advent Sabu Timur dan Sekolah Menengah Atas Swasta Advent Sabu Timur.
Atas dasar itu maka dibentuklah Komite Sekolah untuk mengurus seluruh proses perijinan dan pembangunan Gedung SD maupun SMA. Maka oleh karena Kuasa dan pertolongan Tuhan serta dukungan dua Jemaat di Sabu Timur (Jemaat Lobodei dan Jemaat Huwaga) melalui Direktur Pendidikan Daerah Nusa Tenggara. Bpk Deni Kana Djo melakukan komunikasi dan konsultasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT mengenai prosedur pembukaan SMA baru di wilayah NTT, sehingga dengan pertolongan Tuhan SMAS Advent Sabu Timur mendapatkan Surat Izin Operasional dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dibawah naungan SLA Nusra Noelbaki brestatus sebagai Sekolah Filial SLA Nusra Noelbaki. Maka pada bulan juli tahun 2021 di buka penerimaan peserta didik baru di masing-masing jenjang.
Kegiatan belajar mengajar kedua jenjang SD Advent Sabu Timur dan SMAS Advent Sabu Timur berjalan dengan jumlah siswa masing- masing: siswa untuk SD kls satu berjumlah (10) sepuluh orang dan siswa SMA berjumlah sepuluh (10) orang juga. Bertindak sebagai kepala sekolah masing-masing adalah Bapak Max M Dala Ngapa untuk Jenjang SD dan Bpk Randison Buli, S.Pd untuk koordinator jenjang SMA.
Kegiatan Proses Belajar Mengajar kedua jenjang Pendidikan ini untuk sementara dilaksanakan di Gedung Gereja Masehi Advent Hari ke Tujuh Jemaat lobodei yang lama, dengan menyekat ruangan menjadi dua bagian, sedangkan kegiatan kebaktian rabu malam dan kebaktian sabat sertakebaktian lainnya dilaksanakan di Gedung yang baru di buat. Sementara itu proses pembangunan Gedung SMA Sawasta Advent sedang di kebut agar dapat dipergunakan pada Tahun ajaran baru yakni 2022/2023. Progress pembangunan per hari ini 3 Juli 2022 sedang melakukan pemasangan atap, semoga dengan pertolongan Tuhan dapat digunakan pada saat masuk sekolah tgl 11 Juli 2022.
Demikian sejarah singkat Lembaga Pendidikan di pulau Sabu
Daftar Jemaat Di Pulau Sabu

NONAMA JEMAATALAMAT WILAYAH DISTRIK
1GMAHK JEMAAT SEBAMEBBA/KOTA SEBASABU BARAT
2GMAHK JEMAAT HANGALOKOMENIA SABU BARAT
3GMAHK JEMAAT MAPUPAMENIASABU BARAT
4GMAHK JEMAAT LOBODEILOBODEISABU TIMUR
5GMAHK JEMAAT HUWAGAHUWAGASABU TIMUR
6GMAHK JEMAAT RAEROBORAEROBOSABU TIMUR
7GMAHK JEMAAT MENIAMENIASABU BARAT
NONAMASEKOLAH/JENJANGALAMATDISTRIK
1SD ADVENT NADANADA,DESA MENIABARAT
2SMP ADVENT MENIANADA,DESA MENIABARAT
3SD ADVENT SABU TIMURDESA LOBODEITIMUR
4SMAS ADVENT SABU TIMURDESA LOBODEITIMUR